Siapa Sebenarnya Sosok Dokter Yang Menemani Jenderal Soedirman?

31 Aug 2015

Beberapa hari yang lalu teman-teman sangat berisik ditemlen tentang adanya trailer film Jenderal Soedirman yang akan tayang, dari sekian film yang mengangkat tema kemerdekaan memang profil Jenderal Soedirman merupakan pahlawan favorit saya sejak masih sekolah, bagaimana saat sekolah saya selalu kagum membaca kisah perjuangan beliau baik di buku, diorama museum, dan lain-lain, seingat saya dulu di perpustakaan sekolah ada yang namanya buku tebal banget yang berjudul “50 tahun kemerdekaan Indonesia bagian 1, bagian 2, dll” (ntah lupa-lupa ingat deh sama judulnya), yang mana buku ini mengulas sejarah perjuangan mulai dari jaman orla hingga jaman orba lengkap dengan foto-foto jadulnya yang hitam putih, masih samar-samar juga saya ingat memperhatikan dengan detil foto jenderal Sudirman yang kurus banget dengan jubahnya yang kedodoran khas jaman perjuangan.

Ketika mendengar sosok dr. Soewondo ikut diangkat dalam film ini, langsung “deg” pikir saya, sekali lagi agak samar-samar saya pernah mendengar dan familiar dengan nama ini, karena setahu saya jaman kemerdekaan ini ada 2 (dua) orang yang berbeda namun memiliki nama yang sama “dr. Soewondo”.

Dengan usaha keras saya mengingatnya dan mencari info akhirnya saya menemukan jawabannya yang ternyata sosok dr. Soewondo yang dimaksud dalam film ini saya mengenal betul keluarga besarnya, meskipun saya tidak mengenal secara langsung dr. Soewondo tapi saya sering mendengar cerita dan kisahnya melalui cucu dan menantu beliau. Tentunya kisah- kisah tentang beliau rutin saya dengar setiap kali saya menghabiskan masa liburan menginap di rumah cucu beliau.

Dan setelah memperhatikan trailer filmnya kemarin yang sempat tayang di salah satu TV swasta yang mengulas tentang para pemain serta film ini, ada satu sosok yang menggelitik dibenak saya, istilahnya agak kurang sreg mengenai pemeran dr. Soewondo yang diperankan Anto Galon, bukan jalan ceritanya yang saya permasalahkan dalam postingan ini karena memang saya belum sepenuhnya menonton film ini, tapi yang mengganggu pikiran saya adalah bagaimana bisa dr. Soewondo yang hidup di jaman perang yang identik dengan rakyat yang kelaparan dan beridealisme tinggi memiliki postur bertubuh tambun seperti kang Anto Galon? namun yang semakin menggelitik adalah jawaban pemain film yang mengatakan “belum mengenal sosok siapa dr. Soewondo karena referensi tentang beliau sangat minim” bahkan Anto Galon sendiri berpikir bahwa dr. Soewondo yang dimaksud adalah orang yang salah (dijadikan nama RS), whattttt?????? *syok berat* (skrinsut dibawah ya dan sumber diambil dari ShowBiz)

Lalu siapa sebenarnya dr. Soewondo ini? sedikit yang saya tahu tentang dr. Soewondo dari cerita yang saya dengar dari keluarga besar dan keturunan langsung beliau:

Fakta Siapa sebenarnya dr. Soewondo?

Nama dr. Soewondo jaman itu memang ada 2 (dua) yang terkenal, keduanya merupakan orang Jawa, satu dijadikan nama Rumah Sakit di Jawa dan satunya lagi yang mendirikan FK. Universitas Diponegoro di Semarang, tapi biasanya orang jaman dulu menyebutnya dr. Soewondo yang mana? yang istrinya Jawa atau yang Londo? kalau yang istrinya Jawa berarti yang dimaksud dr. Soewondo yang dijadikan nama RS tersebut, nah kalo yang dimaksud yang istrinya orang Londo berarti yang dimaksud yang mendirikan FK Undip. Sebenernya istri beliau bukan orang Londo melainkan orang Sunda dan memang karena sosoknya yang putih kek bule Belanda jadi disebutnya orang Londo.

Terus yang menemani Jenderal Soedirman ini dr. Soewondo yang mana?

Dr. Soewondo yang beristri Londo inilah yang menemani Jenderal Soedirman dan Ir. Soekarno, beliau ini yang dari Jogja dan bukan yang dari Kendal, catet ya dari Jogja!!! nama dr. Soewondo selalu muncul dalam kisah-kisah kemerdekaan. Cerita yang saya dengar dari menantu beliau (istri anak pertama dr. Soewondo) biasa saya memanggil eyang putri, dr. Soewondo memiliki 8 (delapan) anak dan yang masih hidup saat ini 4 (empat) orang, anak pertama lahir di Surabaya tahun 1942, bahkan dulu saat anak pertama masih kecil malah ditinggal dr. Soewondo pergi berperang menemani Jenderal Soedirman yang kemudian istri beliau beserta anak-anaknya dan juga dengan ibu Nasution menyusul para gerilyawan ke desa Boro daerah Jogja untuk mensupply obat-obatan kepada para gerilyawan, anak pertama pun sempat digendong Soepardjo Rustam, bahkan nih konon info yang saya dengar dari cucu beliau, dr. Soewondo sempat dipercaya mengambil perhiasannya bu Sudirman untuk keperluan biaya selama gerilya.

Menurut penuturan anak kedua beliau yang mendengar langsung dari dr. Soewondo tentu ada kisah lain lagi tentang keberanian dr. Soewondo, yaitu bagaimana dulu perjuangan beliau melindungi Jenderal Soedirman dari tembakan sehingga merelakan dirinya menjadi perisai apabila ada tembakan yang diarahkan kepada sang Jenderal, kata dr. Soewondo ”bila ada peluru nyasar, biarlah saya saja yang kena”, tentunya masih banyak kisah lain yang tidak bisa dijelaskan satu persatu disini tentang keberanian-keberanian dr. Soewondo.

Secara fisik, yang saya tahu sedikit tentang sosok beliau jaman kemerdekaan melalui cerita eyang putri tidaklah seberisi kang Anto Galon, “tapi gempal kali ya karena dibanding orang lain eyang lebih berisi”….. jaman perang kan rakyat dan tentara susah makan karena terus bergerak gerilya menemani jenderal Soedirman, memang di akhir waktu beliau ndut tapi bukan yang ndut bangetttt dan itupun ndutnya bukan pas jaman perang melainkan setelah jadi dosen kedokteran saat jaman sudah merdeka. Berikutnya dr. Soewondo meninggal dan dimakamkan di TMP Semarang.

Kalau ngomongin flashback jaman perang seperti dalam film tersebut tentu susah diterima pemilihan karakter ini jatuh kepada kang Anto Galon, bukan karena actingnya (karena saya belum nonton filmnya sepenuhnya, jadi belum bisa berkomentar tentang aktingnya) tapi lebih pada sosok fisik siapa sebenarnya dr. Soewondo, maaf ya kang :(

History Pengangkatan Sebagai Dekan FK Undip

Sejarah pengangkatan beliau sebagai dekan FK Undip telah ditulis jelas dalam profil FK Undip, bahwa baik menteri PTIP maupun Menteri Kesehatan tidak setuju bahwa Pimpinan Fakultas Kedokteran dirangkap oleh Pimpinan Rumah Sakit Umum Pusat mengingat pendirian kedua menteri tersebut. maka pada hari itu juga tanggal 12 Juli 1961 di Jakarta, delegasi mengajukan permohonan tertulis kepada menteri PTIP supaya mengangkat kolonel dr. Soewondo, dokter DKT Kodam VII sebagai dekan dan dr. Heyder bin Heyder pemimpin Bagian Bedah RSUP Semarang sebagai wakilnya. (sumber: profil sejarah FK Undip)

Cmon guys ini film bertema sejarah, tentunya butuh keuletan untuk menggali literature sedetil mungkin, kenapa tidak ke Pusat Sejarah atau Arsip Nasional untuk memastikan sosoknya? dan juga plissss jangan beralasan ini “film ringan” jadi melupakan esensi sejarah yang sebenarnya demi mengeruk rupiah, dr. Soewondo meski bukan pahlawan besar yang tertulis dalam setiap pelajaran sejarah tapi beliau selalu hadir sejak mulai jaman kemerdekaan, jaman Presiden Soekarno, hingga presiden Soeharto. Menurut saya pribadi beliau tetaplah sosok penting dalam sejarah ring satu istana kepresidenan Republik Indonesia. Bahkan ketika saya berkumpul dengan teman-teman komunitas pecinta sejarah di Surabaya macam Roodebrug Soerabaia, kami selalu berhati-hati dalam setiap mengambil kesimpulan yang berhubungan dengan sejarah kemerdekaan (bener kan Cak Adi? piye komen cah Roodebrug ini?)

Saya termasuk orang yang sangat menyukai film, namun untuk menuliskannnya dalam sebuah blog baru kali ini uneg-uneg yang kurang sreg dalam film ini saya sampaikan, itu karena kisah yang saya dengar dari orang yang saya kenal secara personal tidak sesuai dengan sosok yang digambarkan dalam film ini, meski berhari-hari ngempet akhirnya tidak tahan juga untuk menyampaikannya, bukan niat saya untuk menyudutkan film ini, sungguh, tapi hanya keinginan saya untuk membantu meluruskan siapa sebenernya sosok dr. Soewondo yang dimaksudkan tersebut.

Saran saya sebagai penikmat film mohon lebih hati-hati lagi kalau mengangkat tema sejarah karena tema seperti ini berdasar pada fakta dan bukan fiktif/rekayasa yang tentu efeknya akan sangat besar apabila ada fakta-fakta yang tidak diperhatikan dengan detil, terlepas dari itu semua terima kasih sudah membuat film bertema sejarah, semoga kedepan film-film bertema sejarah tetap dan semakin banyak dihadirkan untuk memberi bekal pada generasi muda supaya tidak sekali-sekali melupakan sejarah “JAS MERAH by Bung Karno” 

 

 

Narsum: AT (Cucu Pertama dari anak pertama dr. Soewondo) dan Eyang Putri (Menantu dari anak pertama dr. Soewondo)

Note: demi kepentingan privasi nama narsum sengaja saya tulis inisial saja.


TAGS veteran dr. Soewondo Jenderal Soedirman Movie Bicara Film Review Film kemerdekaan sejarah


-

Profil Saya

Follow Me


Komentar