Veteran: Belajarlah!!! jangan ikuti jejak kami

15 Aug 2015

Setiap bulan kemerdekaan negara kita Indonesia seperti sekarang ini pasti tidak terlepas dari peran besar jasa Veteran kita dan berbicara mengenai Veteran bagi saya tentu bukan hanya tentara berseragam RI pada jaman itu, melainkan semua rakyat Indonesia yang terlibat didalamnya termasuk pasukan Hizbullah dari kalangan santri, masyarakat kampung kung-fu, dan lapisan masyarakat lainnya.

Sering kali saya mendengar bagaimana perjuangan-perjuangan beliau dalam melawan penjajah pada masanya, salah satunya seperti yang sering saya dengar dari penjaga sekolah kami, Abah Man biasa kami memanggilnya, Veteran seorang kakek yang mana saat itu masih terlihat garis tegas diwajahnya dengan didukung postur tubuhnya yang tinggi meski sudah sepuh, setiap upacara kemerdekaan beliau dengan bangga dan gagah menggunakan seragamnya lengkap dengan berbagai lencana dan topi khas para Veteran.

Saat itu jam enam pagi (jam masuk sekolah 07:00 wib), seperti biasa saya bersama beberapa teman kebagian piket bersih-bersih ruang kelas, namun karena kedatangan kami terlalu rajin dan jam masuk kelas masih lama, sambil menunggu bel berbunyi saya dan teman-teman menghampiri Abah Man untuk mengobrol santai dan berulang-ulang Abah Man selalu bangga menceritakan masa-masa perjuangan dulu.

Bagaimana beliau selalu berkaca-kaca setiap kali menceritakan kenangan masa perjuangan, katanya sungai kecil seberang sekolah dulu menjadi transportasi utama Jenderal-jenderal besar untuk berkoordinasi menjalankan agresi militer, bahkan katanya Ir. Soekarno juga melalui sungai ini. Bukan hanya itu, Abah Man juga bercerita bagaimana beliau diculik dan dipenjara disebuah markas tentara Belanda (sekarang menjadi Polres dan design bangunan masih sama seperti aslinya) tanpa diberi makanan dan minuman, total beliau berpuasa selama 40 (empat) puluh hari dan bertahan hidup dengan cara menggapai daun jambu yang menjulang memasuki jendela penjara, sebelum  dimakan dibacakan Ayat Kursi sambil berharap pertolongan dari Allah SWT, tepat di hari ke-40 kawan-kawan pejuang lainnya menyerang dan membebaskannya, beliau bersyukur kepada Allah sebab masih hidup sedangkan teman-teman lainnya yang dipenjara tidak bernasib sepertinya.

Di masa pergolakan dulu hampir keluarga besarnya menjadi korban, karena itu pula tanah keluarga yang sangat luas yang beliau terima dari orang tuanya diwakafkan ke yayasan untuk dijadikan lahan sekolah, ya sekolah SD tempat dimana saya mencari ilmu, separuh lahannya milik keluarga Abah Man diatasnya berdiri gedung yang tidak pernah sepi murid belajar mulai pagi hingga malam hari, mulai dari murid SD, SMP, hingga Diniyah.

Bagaimana dengan Abah Man setelah kemerdekaan? hidup sebatang kara beliau mendirikan rumah kecil di belakang sekolah sebagai juru kunci dan tukang kebun (atas permintaannya sendiri), sehari-hari beliau hidup sederhana dan berkecukupan, guru-guru kami sangat segan kepadanya, loyalitasnya terhadap sekolah kami sungguh kami  kagumi, bahkan teman-teman kami dulu pernah becanda kelewatan sampai kelas gaduh dan diam-diam keluar kelas untuk bolos sebab ketahuan sering dikejar beliau menggunakan tongkat diteriakin disuruh belajar yang serius dan diobrak kembali ke kelas, duh jadi ketahuan deh hehehe.

Satu pesan beliau yang selalu saya dan teman-teman ingat

“Belajarlah!!! cari ilmu sebanyak-banyaknya di jaman merdeka ini, jangan ikuti jejak kami”

saya paham kenapa beliau selalu berpesan seperti itu karena mengingat masa masa suram negara kita, penjajah telah melarang rakyat untuk sekolah kecuali kalangan-kalangan tertentu,  ”jangan ikuti jejak kami” selalu beliau tekankan berkali-kali dan bermaksud memberi motivasi kepada kami untuk belajar yang rajin supaya kejadian di masa itu (rakyat menjadi bodoh) tidak terulang.

Bagaimana kondisi beliau sekarang? jangan tanya kami bagaimana fotonya karena tentu kami akan menjawab entahlah, kami sudah tidak mendengar kabarnya lagi sejak berpuluh tahun yang lalu dan semoga Allah SWT selalu menjaganya dan menerima semua amalnya. 

Apa yang sudah engkau berikan bagi negerimu berpuluh tahun ke depan dari sekarang?


TAGS veteran sosok sosial Indonesia human interest


-

Profil Saya

Follow Me


Komentar