Tarif Kereta Tidak Mengalami Kenaikan Kok, Hanya Perubahan Harga

2 Apr 2015

Tepat tanggal 1 April 2015, di temlen dan media Televisi sudah ramai membahas masalah kenaikan tarif komuter di Jakarta yang berlaku tarif progresif berdasar jarak per-kilometer, meski sebelumnya saya sudah mendengar selentingan ini dari beberapa teman pengguna setia komuter sebulan sebelumnya.

 Info Perubahan Tarif di Akun Official KAI

Nah kemarin tepatnya 1 April 2015 iseng-iseng mampir stasiun Wonokromo kebetulan pas lagi lewat, karena sudah 1 (satu) bulan saya tidak menggunakan moda transportasi ini jadi sedikit penasaran juga seberapa besar kenaikannya, apalagi sejak akhir bulan Februari kemarin sudah di bisikin petugas untuk bersiap-siap dengan adanya rencana kenaikan harga tiket mulai bulan April, si bapak bilang dengar-dengar akan ada kenaikan tarif karena subsidi pemerintah dikurangi (maaf tidak
tahu nama si Bapak, karena dengarnya pas sambil lewat saja) jadi anggap saja saat itu lagi dengar gosip.

Tarif Kereta Lokal di Jawa Timur Per 1 April 2015

Dan setibanya di stasiun, sempat syok juga dengan kenaikan tarif ini, tidak tanggung-tanggung, kenaikannya bukan hanya 10-20% tapiiiiii besarannya mencapai antara 85-400% untuk kereta jarak dekat dan 60-100% untuk kereta jarak jauh.

 

Tarif Kereta Jarak Jauh 

Saya tidak dapat berkomentar banyak atas kenaikan tarif kereta jarak jauh karena jarang menggunakannya.

 

Tarif Kereta Jarak Dekat

Nah ini nih yang bikin penasaran, di satu sisi pihak pemerintah ingin mengurangi kemacetan dengan membuat program supaya masyarakat mau beralih ke transportasi publik khususnya kereta. Di sisi lain kenaikan tarif kereta tidak terelakkan dan besaran kenaikannya sungguh fantastis hingga mencapai ratusan persen. Jadi sangsi dengan motto kereta yang selama ini terkenal dengan tarif murahnya.

Dari segi fasilitas dan pelayanan, memang saya acungi jempol karena banyak perubahan dari sebelumnya, dari semula stasiun yang kotor kini menjadi bersih, dari tempat parkir yang kumuh dan semrawut kini tertib dan indah (sayang biaya parkir mahal tidak jauh berbeda dengan parkir mall yang memang dikelola swasta), dari semula gerbong yang sumuk dan panas kini adem sebab ber-AC.

Selama ini setiap kali menggunakan kereta/komuter beberapa kali saya menjumpai banyak dari penumpang yang bekerja di Surabaya memilih Pulang-Pergi dari rumah mereka yang berada di sekitar Jombang - Kertosono, saat itu tarif sekali jalan Rp. 2.000,- dan Rp. 5.500,- bergantung jenis keretanya KRD atau Dhoho, mereka PP setiap hari mulai senin-sabtu, kok tahu? iyah karena untuk membunuh waktu saya biasa ngobrol dengan penumpang sebelah ketika saya menggunakan moda ini dan salut dengan perjuangan mereka yang PP setiap hari.

Jika dibandingkan dengan menggunakan Bus memang lebih murah dan hemat waktu karena tidak terjebak kemacetan. Nah mulai bulan ini apakah masih menjamin bahwa mereka masih setia menggunakan kereta ini? asumsi saya? mereka akan beralih menggunakan Motor/Bus dan jalan raya tetap akan semakin macet, kalau hari libur atau bertepatan dengan libur panjang tidak usah dihitung ya, karena jenis transportasi apapun kalo musim liburan pasti akan seperti kacang goreng.

Jadi apakah benar Tarif Kereta Api Mengalami Kenaikan? menurut saya Tidak, melainkan hanya “Terjadi Perubahan Harga” saking tingginya prosentase kenaikan yang terjadi (baca: ngenes).


TAGS Tarif Kereta Mojokerto Jombang Kertosono Blitar


-

Profil Saya

Follow Me


Komentar