Menuju Indonesia yang Lebih Sehat Melalui Air Itu Harus Nyata

31 Aug 2014

Berbicara mengenai Air, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki cadangan air terbesar di Dunia karena Indonesia memiliki wilayah kepulauan dan lautan yang sangat luas di banding negara lain sedangkan menurut UU No. 7 Tahun 2004, terdapat 2 komponen sumber daya air yaitu (1) Air Permukaan dan (2) Air Tanah

“Masalah yang dihadapi dunia pada saat ini berkaitan dengan masalah krisisnya sumber pangan, air, dan energi” Ir. Djoko Kirmanto, Dipl. HE. 2011. Menteri PU RI.

Air Terjun Bantimurung - Sulawesi Selatan

Air Terjun Bantimurung - Sulawesi Selatan

Masih ingat dengan jelas, Tahun 90-an ketika menghabiskan liburan sekolah di Surabaya saat melintasi “Kali Mas” di Gunungsari air yang saya lihat tidak sekeruh seperti sekarang ini, bahkan ketika menyeberang menggunakan rakit dari Kebraon menuju Pagesangan di Pabrik Paku air sungai tidak sepenuh seperti saat ini jadi tidak deg-degan saat menyeberanginya, selain pemandangan air sungai yang menyegarkan, di sepanjang jembatan Karah banyak berjajar warga Surabaya menghabiskan waktu dengan memancing dan berjualan beraneka jenis ikan hasil tangkapan para pemancing, namun jenis-jenis ikan tersebut sedikit banyak kini sudah susah dijumpai dipasaran, kenapa? berdasar hasil penelitian Ecoton seperti yang telah diungkapkan oleh Bapak Prigi Arisandi saat Ngablogburit Aqua bareng Blogger detik di Pandaan tanggal 19 Juli 2014 bahwa “hal itu dikarenakan kualitas Air yang ada saat ini mengancam kehidupan ekosistem di dalam sungai, bukan hanya ikan dan makhluk lain yang merasakan dampaknya, tapi hal itu berlanjut juga pada Manusia sebagai efek dari rantai makanan dan keberlangsungan kehidupan di masa depan”.

1a13a5020bf8184a74f8098b81056873_dsc_1390

Ngablogburit AQUA 2014

Kualitas air yang buruk tersebut terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat kita saat ini dalam menjaga kebersihan dan lingkungan alam sehingga menyebabkan kondisi air kini menjadi tercemar dan stock air tanah semakin berkurang dan menipis padahal jumlah masyarakat semakin hari semakin meningkat.

Itulah kenapa bahwa selain Air merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan manusia, namun air juga merupakan sumber kehidupan bagi makhluk lain dan tidak semua Air yang tersedia di Indonesia saat ini adalah Air bersih yang sehat dan bahkan di beberapa tempat air yang ada tidak layak minum, lantas seperti apa Air sehat dan layak minum tersebut? Menurut Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berdasar pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 20 tahun 1990 (Sumber web BPPT disini)

bahwa Pemakaian air minum yang tidak memenuhi standar kualitas tersebut dapat menimbulkan gangguan kesehatan, baik secara langsung dan cepat maupun tidak langsung dan perlahan. Sedangkan Air yang sehat dan layak minum memiliki persyaratan tertentu yakni persyaratan Fisis, Kimiawi, dan bakteriologis, dan syarat tersebut merupakan satu kesatuan.

Berikut masih menurut BPPT,

Air tanah sering mengandung zat besi (Fe) dan Mangan (Mn) cukup besar, Adanya kandungan Fe dan Mn dalam air menyebabkan warna air tersebut berubah menjadi kuning-coklat setelah beberapa saat kontak dengan udara. Di samping mengganggu kesehatan juga menimbulkan bau yang kurang enak serta menyebabkan warna kuning pada dinding bak serta bercak-bercak kuning pada pakaian. Oleh karena itu menurut PP No. 20 Tahun 1990 tersebut, kadar (Fe) dalam air minum maksimum yang dibolehkan adalah 0,3 mg/lt dan kadar Mangan (Mn) dalam air minum yang dibolehkan adalah 0,1 mg/lt. Lalu bagaimana cara menanggulangi masalah tersebut? jika kita perhatikan dalam ulasan BPPT telah dijelaskan metode-metode dan alat teknik yang sangat detil, tapi bagi kebutuhan Rumah Tangga biasa tentu hal itu membutuhkan biaya yang sangat besar selain maintenance yang harus diperhatikan demi menjaga kualitas yang dihasilkan dari alat tersebut.

Sungai Barito - Kalimantan Selatan

Sungai Barito - Kalimantan Selatan

Di masa kini, kemudahan dalam mendapatkan air layak minum tidaklah susah, karena banyak berbagai perusahaan yang memproduksi air minum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, seperti yang diproduksi oleh PT. Tirta Investama dengan produk andalannya yaitu AQUA (Selanjutnya saya sebut AQUA). Perusahaan yang salah satu pabriknya berlokasi di Jawa Timur ini memiliki 2 (dua) lokasi plant di Pasuruan yaitu di Kebon Candi dan di Pandaan. Keistimewaan dari AQUA selain produk yang dihasilkannnya adalah bahwa AQUA GROUP berkomitmen untuk mengelola kegiatan bisnisnya secara bertanggung jawab demi keberlanjutan bisnis dan lingkungan serta kesejahteraan para pemangku kepentingan dan menamainya dengan program AQUA LESTARI.

Seperti apa program AQUA LESTARI ini?

Saat itu pertengahan tahun 2013 saya menghadiri undangan AQUA untuk melihat secara langsung aktivitas warga sekitar pabrik AQUA di Kebon Candi, Masih ingat bagaimana saya menginjakkan kaki di area pabrik dengan aturan HSE yang sangat ketat, diantaranya Safety Induction yang wajib kami taati bahwa untuk berjalan harus mengikuti arah garis pedestrian, kemudian bagaimana kami di beri kesempatan menyusuri dapur AQUA, mengintip aktivitas lab, dan menengok sumber air AQUA yang dikelilingi taman hutan yang asri. Berikutnya kami di bawa untuk melihat kegiatan warga sekitar yang menjadi bagian dari program AQUA LESTARI.

Pendampingan Industri Pangan AQUA LESTARI

Pendampingan Industri Pangan AQUA LESTARI

Pelatihan Pembuatan Batik

Pelatihan Pembuatan Batik

Bukan hanya di Kebon Candi, pertengahan tahun 2014 tepatnya 19 Juli di pabrik Pandaan pun kami melihat secara langsung bagaimana produksi AQUA juga memiliki standar mutu yang tinggi, di pabrik yang memiliki hampir 8 ha area pabrik ini juga hampir 50%nya adalah area terbuka hijau. Sama dengan di Kebon Candi di Pandaan ini kami juga melihat secara langsung warga sekitar Kebon Jati menjadi bagian dari program AQUA LESTARI.

AQUA LESTARI sendiri memiliki 4 (empat) pilar yang terdiri dari:

1. Pelestarian air dan lingkungan

2. Praktik perusahaan ramah lingkungan

3. Pengelolaan distribusi produk

4. Pelibatan dan pemberdayaan masyarakat

Pendirian Sanggar Belajar AQUA LESTARI

Pendirian Sanggar Belajar AQUA LESTARI

Berdasar pada 4 (empat) pilar AQUA LESTARI dan dalam pengalaman kunjungan ke 2 (dua) lokasi binaan AQUA LESTARI tersebut, berikut beberapa aktivitas yang sudah diwujudkan dari program-programnya:

- Pengadaan Toilet yang bersih

- Pendirian Sanggar Belajar AQUA (PAUD)

- Pendirian Griya Super di Padepokan Songgo Bumi

- Pelatihan Keterampilan Membuat Batik

- Pendampingan Aneka Makanan Ringan produksi hasil Petani (Keripik Jagung, Kopi, Jamu, dll)

- Pengelolaan Bank Sampah

- dll

Demo menghancurkan botol bekas untuk memilah limbah sampah

Demo menghancurkan botol bekas pakai untuk memilah limbah sampah

Dari 2 (dua) kali kegiatan yang saya ikuti ketika AQUA mengundang saya untuk mengajak melihat secara langsung apa yang sudah dihasilkan dari program ini adalah bahwa AQUA telah membuktikan komitmennya untuk menjaga kelestarian keberlangsungan sumber air bersih dengan melakukan Konservasi Sumber Daya Air, Pembibitan dan Penanaman Pohon, Akses Air Bersih dan Penyehatan Lingkungan, Pengelolaan Bank Sampah, Pengelolaan Koperasi Hijau, dan Pelatihan Keterampilan. Karena sejatinya Empat Pilar AQUA LESTARI telah memberikan konstribusi yang nyata bagi masyarakat maupun alam untuk menuju Indonesia yang lebih sehat.


TAGS Air Sejat. Layak Minum Sungai Alam Aqua


-

Profil Saya

Follow Me


Komentar