Teluk Hijau, Potret Zamrud Khatulistiwa dari Banyuwangi

15 Jan 2014

Masih dalam rangka dblogger plesiran nang Banyuwangi, jika hari pertama kami melakukan city tour, maka di hari kedua rute kami sedikit berbeda, lebih tepatnya tujuan destinasi kami adalah daerah pesisir sepanjang garis pantai Banyuwangi. Perjalanan di mulai dari pantai Boom hingga pulau Merah.

Sungguh pengalaman yang sangat langka bagi saya, karena selama ini saya setiap kali ke Banyuwangi hanya karena menuju Ketapang untuk menyeberang ke Bali dan baru menyadari bahwa banyak destinasi menarik di kabupaten ini.

Pantai Boom: Lalu lalang perahu dan menunggu matahari terbit

Menunggu Sunrise di pantai Boom

Menunggu Sunrise di pantai Boom

Perjalanan kami di mulai pukul 04:00 wib tepat setelah adzan Subuh, hal itu dilakukan tentunya demi mengejar Sunrise di pantai yang lokasinya dekat Taman Blambangan.

Dengan mengendarai mobil Troopers yang disediakan panita saya beserta rombongan langsung menuju Pantai Boom. Dari hotel perjalanan kami tempuh selama 1 jam dan melewati jalur Taman Blambangan. Bukan hanya itu, di pantai yang pernah dijadikan tempat Festival Jazz dan tari seribu Gandrung ini ternyata lokasinya bersebelahan dengan Pulau Bali, jarak yang dekat tersebut hanya terpisahkan oleh Selat. Karena posisinya berada di selat Bali maka tak heran jika di pantai ini kita akan melihat banyak lalu lalang perahu atau kapal yang sedang beraktivitas.

Ciri khas dari pantai ini ketika saya berhenti sejenak adalah pasir pantainya berupa pasir hitam, kondisinya juga sudah ramai dan menjadi destinasi favorit muda-mudi Banyuwangi karena jaraknya yang dekat dengan kota, terlihat sudah banyak jasa travel & pedagang di sini, selain lokasinya yang menghadap pulau Bali dan tepat menghadap timur, menjadikan lokasi pantai ini cocok untuk menjadi tujuan menyaksikan Sunrise atau matahari terbit.

Sayang tidak banyak waktu yang kami habiskan di sini, karena masih banyak destinasi yang harus dikunjungi, jadi setelah menyaksikan Matahari Terbit kami langsung melanjutkan perjalanan menuju Pantai Rajegwesi.

Pantai Rajegwesi, Eco-wisata yang mengagumkan

Dari Pantai Boom menuju Rajegwesi

Dari Pantai Boom menuju Rajegwesi

Perjalanan menuju Pantai Rajegwesi ini tergolong panjang dan lumayan lama, jarak dari Pantai Boom kurang lebih selama 3 jam dan itupun kecepatan kendaraan sedikit lebih cepat dari kecepatan normal.

Dengan rombongan menggunakan mobil Troopers, selama perjalanan kami melewati kawasan milik perhutani tepatnya Taman Nasional Meru Betiri, selama perjalanan itu pula kami disuguhi pemandangan yang mengagumkan, bergantian kami melihat aneka jenis tanaman berdiri rapi di setiap bidangnya, mulai dari Karet, Sengon, Pisang, dll, dan di sini pula kami bisa menghirup udara segar aroma hutan dan pedesaan. Meski kondisi jalan yang masih “Makadam” tidak menyurutkan semangat kami untuk melahap destinasi-destinasi berikutnya.

Mengabadikan pemandangan sekitar sebelum melanjutkan perjalanan

Mengabadikan pemandangan sekitar sebelum melanjutkan perjalanan

Salah satu pemandangan di tengah perjalanan

Salah satu pemandangan di tengah perjalanan

Selama perjalanan menuju Rajegwesi kondisi jalan raya di sini memang hancur, konon menurut pemerintahan setempat memang disengaja untuk tidak diperbaiki dengan aspal yang mulus dan pendapat ini ternyata satu suara dengan warga, sebab kondisi jalan yang alami tersebut merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan apalagi wisatawan Eropa, oleh karena itu kondisi dan pemandangan natural seperti itulah yang kini ditawarkan oleh eco-wisata Rajegwesi.

Setibanya di Rajegwesi, kami diskusi memutuskan melalui jalur apa menuju Teluk Hijau

Setibanya di Rajegwesi, kami diskusi memutuskan melalui jalur apa menuju Teluk Hijau

Setibanya kami di pantai Rajegwesi, tidak banyak yang kami lakukan selain berbincang dengan teman-teman MER yang berasal dari warga setempat mengenai perkembangan eco-wisata di desa tersebut. Di pantai Rajegwesi kita akan temui pemandangan perahu-perahu nelayan dan sudah di bangun toilet di sini, hanya saja tidak terdapat fasilitas tempat mencuci kaki untuk membersihkan dari sisa-sisa pasir pantai.

Dan keseruan kami justru di mulai ketika menuju destinasi selanjutnya yaitu Teluk Hijau.

Teluk Hijau & Teluk Damai (Pantai Batu)

Dari Rajegwesi menuju Teluk Hijau ada 2 (dua) jalur untuk menuju ke sana:

Jalur pertama melalui laut dengan menyewa kapal nelayan setempat di pantai Rajegwesi, dari jalur ini perjalanan bisa ditempuh lebih cepat dengan waktu kurang lebih 15menit, dengan kelebihannya apabila melalui jalur ini pemandangan yang ditawarkan berupa keindahan batu karang dan tebing yang menggiurkan. Namun ada kekurangannya, yaitu: tidak bisa mengabadikan pemandangan-pemandangan indah tersebut dengan kamera dikarenakan ombak yang tinggi sehingga tak jarang pula cipratan air laut membasahi kamera, tentu kekurangan ini mungkin tak akan masalah bagi mereka yang tidak sayang dengan kamera, karena kita tahu bahwa air laut sangat tidak bersahabat dengan gadget karena sifatnya yang menyebabkan korosif.

Jalur Kedua melalui darat, di jalur ini kita akan Trekking dan perjalanan bisa ditempuh dengan waktu kurang lebih sekitar 1 (satu) jam dari pos pertama yang berjarak 1 km menuju Teluk Hijau. Melalui jalur ini kelebihan yang bisa kita dapatkan adalah banyak panorama menarik yang bisa kita nikmati, dan tentu saja panorama-panorama indah tersebut bisa kita abadikan melalui kamera, dengan catatan tidak hujan ya :p. Kekurangan: waktu yang ditempuh lebih lama dan terkadang beberapa titik jalurnya licin dan curam, yang perlu diperhatikan adalah hati-hati ketika melangkah, karena di sisi kiri atau kanan sepanjang perjalanan terkadang ditemani jurang yang dalam.

Pos Pertama sebelum masuk jalur trekking

Pos Pertama sebelum masuk jalur trekking

Jalur yang curam dan licin, di sisi kanan kiri jurang dalam sedang mengintai

Jalur yang curam dan licin, di sisi kanan kiri jurang dalam sedang mengintai

Hadiah mengintip di balik langkah perjuangan

Hadiah mengintip di balik langkah perjuangan

Gulungan ombak di Teluk Damai

Gulungan ombak di Teluk Damai

Bermain cipratan Air Tawar di tepi Teluk Damai

Bermain cipratan Air Tawar di tepi Teluk Damai

Melepas penat di pantai Teluk Damai

Melepas penat di pantai Teluk Damai

Apabila mengambil jalur kedua, sungguh tidak rugi kok karena selain pemandangan dan adrenalin yang menantang, 300 meter menjelang teluk hijau kita akan bertemu dengan Teluk Damai atau pantai batu konon menurut tour guide kami teman-teman MER dulu pantai Batu bukanlah terdiri dari batu melainkan pasir yang sama dengan teluk hijau, hanya saja ketika terjadi tsunami, bebatuan yang berasal dari dalam laut tersebut terangkat ke permukaan dan hasilnya bisa kita liat sekarang seperti yang ada pada teluk Damai/ pantai batu.

Berbeda dengan teluk Damai, Teluk Hijau pasirnya berwarna putih dan memiliki air laut yang berwarna hijau, warna hijau tersebut diyakini berasal dari zat-zat mineral perpaduan antara bebatuan dan air laut yang terkandung dalam dasar laut.

Panjang pantai Teluk Hijau

Panjang pantai Teluk Hijau

Di teluk hijau kita bukan hanya disuguhi panorama laut, tetapi di lokasi ini kita juga dimanjakan oleh air terjun yang mengalirkan air segar, selain itu karena kawasan ini adalah kawasan Taman Nasional Meru Betiri, maka tidak heran bila di sini kita akan jumpai berbagai macam binatang misalnya Monyet, dan sekedar warning juga sebaiknya hati-hati dengan barang bawaan kita, sebab tak jarang pula binatang ini doyan dan jahil membawa kabur barang kita.

Ketika kami tiba kondisi pantai tidak terlalu ramai, namun seiring bertambahnya jam siang sedikit demi sedikit pengunjung mulai memadati pantai, mungkin karena saat itu bertepatan dengan hari Minggu dan saya perhatikan pengunjung tidak hanya orang dewasa, namun banyak juga anak-anak.

Dalam perjalanan kami menyusuri Teluk hijau, kami mengambil jalur atau rute kedua ketika berangkat dan menggunakan jalur pertama untuk menuju kembali pantai Rajegwesi. Di Teluk ini pula banyak perahu yang siap di sewa untuk kembali menuju pantai Rajegwesi.

Deratan perahu di teluk Hijau siap membawa kami kembali menuju pantai Rajegwesi

Deratan perahu di teluk Hijau siap membawa kami kembali menuju pantai Rajegwesi

Debur Ombak di Teluk Hijau

Debur Ombak di Teluk Hijau

Menikmati Kelapa Muda di Teluk Hijau

Menikmati Kelapa Muda di Teluk Hijau

Lebih lengkapnya langsung pada foto-foto diatas ya!!!!

Bagaimana transportasi menuju Pantai Rajegwesi dan atau Teluk Hijau? transportasi menuju ke desa Rajegwesi saat itu kami menggunakan Troopers dan menurut bapak sopir rate untuk menyewa adalah sebesar 400-700 ribu tergantung rute yang di tuju dengan kapasitas maksimal 4-5 orang, seperti kita tahu bahwa medan yang berat tidak memungkinkan menampung penumpang hingga melebihi kapasitas. Dengan rate sebesar itu si bapak sopir siap menjemput darimanapun terminal kedatangan kalian (Bandara/Stasiun/Pelabuhan/Terminal).

Destinasi berikutnya menuju Pantai Pulau Merah


TAGS Pantai Boom Banyuwangi Rajegwesi Teluk Hijau Teluk Damai Pantai Batu Green Bay


-

Profil Saya

Follow Me


Komentar