Mengenal Lebih Dekat Pesona Bumi Blambangan

12 Jan 2014

Alhamdulillah di awal tahun 2014 ini saya mengawali rutinitas travelling ke tanah paling ujung timur di pulau Jawa, yaitu menyusuri kota yang mendapat julukan bumi Blambangan atau Banyuwangi.

Sejujurnya ini merupakan kunjungan pertama saya ke kota ini dan tentu sangat menyenangkan ketika mendapat kesempatan mengikuti “dblogger plesir nang Banyuwangi” bareng teman-teman dblogger suroboyo, yang menjadikan kegiatan ini spesial bahwa kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah kabupaten Banyuwangi khususnya Bupati bapak Abdullah Azwar Anas yang mana saat ini sedang giat mengangkat eco-pariwisata demi terwujudnya kesejahteraan bagi rakyat Banyuwangi khususnya dan membawa pesona Banyuwangi ke mata dunia International.

Perjalanan ini kami awali dari stasiun Gubeng (Baru) Surabaya pada tanggal 10 Januari 2014 menggunakan kereta Mutiara Timur Malam dengan jadwal keberangkatan pukul 22:00 wib tujuan stasiun Karangasem. Setelah menempuh perjalanan kereta selama 6 jam dari Surabaya, tepat pukul 04:15 wib tibalah kami di kota tujuan, tepatnya di stasiun Karangasem, dan saat itu bus Bandara yang sudah disediakan panitia langsung membawa kami menuju Hotel Mahkota Plengkung dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam.

Hotel ini berada di kecamatan Bulusan atau sekitar 1 jam perjalanan dari stasiun Karangasem, tidak banyak waktu yang kami habiskan di hotel ini karena setelah check-in dan sarapan saya bersama rombongan langsung menuju Kalibaru dengan waktu perjalanan selama 3 jam, Kalibaru sendiri merupakan sebuah kawasan di ujung barat Banyuwangi yang memiliki berbagai potensi wisata, di antaranya: Sentra Industri Alat-alat dapur dan pesona eco-wisata.

Salah satu bangunan di hotel Mahkota Plengkung

Salah satu bangunan di hotel Mahkota Plengkung

Kalibaru Wetan dan Kesibukannya
Kalibaru, di sini tepatnya Dusun Tegal Pakis desa Kalibaru Wetan kami mengunjungi dan melihat langsung aktivitas warga memproduksi berbagai macam alat dapur tradisional yang terbuat dari bahan alumunium steel dan atau galvalum, barang yang dihasilkan berupa Oven, Panci, Wajan, dll. Kami perhatikan di sepanjang jalan Jember tampak berjejer toko warga yang menjual produk hasil karyanya, sungguh pemandangan yang unik sekaligus menarik menurut saya karena baru kali ini saya temui sebuah desa yang nuansanya hidup dan menggambarkan keuletan serta kreatifitas warganya, bayangkan saja dengan keterampilan dan kemampuan yang dimiliki warganya desa inipun mampu menyodorkan sebuah karakter yang kuat dan bisa melakukan pemasaran dengan baik. Konon menurut bu Selly, salah satu pemilik toko di jalan Jember tersebut umumnya para pembeli berdatangan ke tokonya dan kadang untuk dipergunakan sendiri namun tidak jarang pula untuk di jual lagi, biasanya mereka berasal dari luar Banyuwangi.

Terlihat pekerja konsentrasi melakukan pekerjaannya

Terlihat pekerja konsentrasi melakukan pekerjaannya

Proses awal pembuatan dandang, Alat untuk menanak nasi

Proses awal pembuatan dandang, Alat untuk menanak nasi

Aktivitas teman-teman saat melakukan tanya jawab dengan warga/pekerja

Aktivitas teman-teman saat melakukan tanya jawab dengan warga/pekerja

Hasil produksi siap untuk dipasarkan

Hasil produksi sudah siap untuk dipasarkan

Margo Utomo Agro Resort dan Produk Olahannya

Setelah puas mengunjungi sentra pembuatan alat-alat dapur, berikutnya kami melanjutkan perjalanan menuju Margo Utomo yaitu sebuah resort yang menawarkan konsep wisata Eco-Green. Apa saja yang ditawarkan oleh tempat ini? dan seperti apa sih konsep wisatanya? berikut akan saya gambarkan sedikit tentang keindahan pesona yang dihadirkan oleh resort ini.

Pintu gerbang masuk peternakan

Pintu gerbang masuk peternakan

Bpk. Ari selaku perwakilan Margo Utomo sekaligus tour guide

Bpk. Ari selaku perwakilan Margo Utomo sekaligus tour guide

Susu hasil olahan sendiri

Susu hasil olahan sendiri

Sesampainya di Margo Utomo ini, kami di sambut pak Ari selaku perwakilan Margo Utomo sekaligus tour guide rombongan kami dan kamipun memulai petualangan dengan berkeliling peternakan sapi perah untuk melihat langsung pengelolaan, proses pemerahan susu sapi, hingga pembuatan keju. Dari sini juga kami tau bahwa proses pemerahan yang dilakukan tidak menggunakan tangan melainkan menggunakan alat/ mesin, hal itu dilakukan tentunya untuk menjaga kualitas susu supaya tetap bagus & steril, bukan hanya itu kami juga mendapat ilmu baru di tempat ini tentang bagaimana pemeliharaan yang dilakukan para petugas atas perkembangan dan pertumbuhan Sapi Perah yang dimiliki, bagaimana membedakan susu murni dan susu campuran yang beredar di masyarakat, serta bagaimana cara membedakannya apabila menggunakan campuran santan atau tidak, pada intinya susu yang dihasilkan oleh peternakan ini 100% murni dan di jamin terjaga kualitasnya mulai dari proses pemerahan hingga proses distribusi.

Kopi hasil kebun sendiri

Kopi hasil kebun sendiri

Proses pengambilan gula nira

Proses pengambilan gula nira

Margo Utomo itu sendiri merupakan sebuah tempat wisata yang memiliki lahan seluas 9 hektar dan selain digunakan sebagai peternakan sapi perah, didalamnya juga terdapat resort berstandard International lengkap dengan kolam renangnya, serta perkebunan dengan berbagai macam jenis pohon, bunga, dan buah, di antaranya: Kopi, Pala, Durian, Salak, Kelapa, dan lain sebagainya.

Jogging track yang berada di dalam kawasan Margo Utomo resort

Jogging track yang berada di dalam kawasan Margo Utomo resort

Jogging track dengan pemandangan berbagai jenis bunga

Jogging track dengan pemandangan berbagai jenis bunga

Keunggulan tempat yang menjadi salah satu andalan potensi wisata Banyuwangi ini adalah apa yang dihasilkan oleh perkebunan dan peternakan ini hasilnya bisa nikmati langsung oleh wisatawan yang menghuni resort tersebut, selain itu wisatawan juga bisa melakukan trekking di area perkebunan dan menikmati sejuknya oksigen yang dihadirkan oleh pepohonan di dalamnya. Sungguh sebuah destinasi yang menarik untuk menikmati liburan bersama keluarga maupun bersama teman-teman.

Pemandangan kolam renang yang ditawarkan Margo Utomo Agro Resort

kolam renang salah satu fasilitas yang ditawarkan Margo Utomo Agro Resort

Salah satu kamar yang disewakan

Salah satu kamar yang disewakan

Namun perjalanan kami kali ini, tidak berhenti sampai di Kalibaru saja, karena berikutnya masih dalam obyek city tour rombongan kami beriringan menuju Desa adat Using yang berada di Desa Kemiren dan mengenal potensi kopi Banyuwangi yang akan saya bagikan dalam postingan berikutnya klik di sini


TAGS Sunrise Of Java Banyuwangi Blambangan Margo Utomo


-

Profil Saya

Follow Me


Komentar