Lasi sang Bekisar Merah

16 May 2012

Img. by Google

Berbicara mengenai buku, karya yang paling berkesan bagi saya hingga sejauh ini adalah Bekisar Merah karya Ahmad Tohari, bukan karena isinya saja yang bagus, narasinya yang mudah di cerna, namun karena buku ini pula yang menyelamatkan saya ketika menempuh ujian sastra, sudah gitu dapat bonus tanda tangan sang pengarang lagi………. berbunga-bunga bukan?hehe

Dalam buku ini sosok Lasi benar-benar berkarakter dan berikut sedikit gambaran tentang Lasi.

Lasi dalam Bekisar Merah karya Ahmad Tohari seolah-olah menjadi bukti pergeseran peradaban di masa kini. Lasi seorang warisan Jepang ketika jaman penjajahan menjadi satu-satunya gadis bule di desanya tetapi memiliki gaya hidup pribumi dengan bekerja sebagai pengolah nira di kampungnya yang berada di pegunungan jauh dari perkotaan. Lasi seorang gadis miskin dan tidak pernah punya teman bermain karena perbedaan warna kulitnya yang di anggap aneh oleh anak-anak dikampungnya. Akhirnya Lasi harus pergi dari tanah kelahiran yang tidak pernah di tinggalkannya sejak kecil demi melarikan diri dari surga cinta yang dikhianati oleh Kanjat, seorang anak pengusaha nira.

Lasi wanita setengah Jepang menjadi cinderella dan harus rela menjadi bekisar merah untuk dijadikan hiasan pengusaha tua kaya dan impoten di kota besar. walau suaminya mengijinkan Lasi bercinta dengan pria lain tapi Lasi bersikeras bahwa dia akan menjadi istri setia bagi suaminya.. ada kah wanita seperti Lasi saat ini? di masa lalu wanita bule seperti Lasi sangat minder jika bertemu dengan teman sekampungnya karena sosoknya yang berbeda dari warga lainnya, tapi sekarang?

Novel indonesia sebenarnya sudah pernah memiliki cermin antropologi dan sosial seperti yang di tulis oleh Ahmad Tohari. Tohari mengawinkan gaya hidup dan status dalam kecantikan yang di sebut karya sastra. walau didalamnya lebih terkandung kehidupan yang bernuansa serba polos namun Tohari berhasil menyajikannya lebih santai dan membawa pesan moral lebih mendalam dan terlihat dalam diksi yang digunakan (stilistika). kita tidak perlu membacanya dengan mengerutkan dahi karena cerita yang disajikan tidak bersifat surealisme dan absurd. Ahmad Tohari memang lebih dikenal sebagai penghasil karya naturalis.

Tapi bukan sosok Lasi yang menjadi patokan saya, karena saya bukan wanita Indo, karena saya bukan wanita yang tinggal di pegunungan, karena saya bukan cinderella yang menikahi pengusaha kaya, dan karena saya tidak melarikan diri ke kota besar (walau sebenarnya sempat terlintas untuk kabur ke jakarta :D). Dan meskipun saya bukan wanita cantik seperti wanita-wanita indo tapi saya tidak ingin menjadi bekisar merah yang berfungsi hanya sebagai hiasan saja, di puja banyak orang dan hanya sebagai pameran!


TAGS Bekisar Merah Novel Resensi Book Culture Social sinopsis Ahmad Tohari


-

Profil Saya

Follow Me


Komentar