Selain Magic Mushroom, Rent Car pun mendominasi

6 Feb 2012

Sabtu, 25 Juni 2011

Mengawali hari dengan sarapan pagi

Di hari kedua sejak kedatangan kami di pulau Dewata ini, kegiatan kami awali dengan breakfast yang disediakan pihak hotel, yang mana di hotel tempat kami menginap biaya sudah include breakfast yang berupa: beberapa potong buah, roti bakar, dan sirup/teh/kopi. Mengenai rasa? ya seperti buah dan roti bakar pada umumnya, lumayan lah buat mengganjal perut yang sedari malam sudah berontak :p, yang menjadikan breakfast ini istimewa adalah di restoran yang ramai tersebut yang paras melayu hanya “me and the geng” (selain pegawai hotel tentunya) dan sisanya wisatawan mancanegara, sekilas di lihat sih kebanyakan dari Australia dan kawasan Eropa.

Rent Car/Motor

Masih tetap di kawasan Legian, selain Magic Mushroom kawasan ini juga banyak tersedia jasa sewa motor atau mobil dengan harga yang beragam, untuk biaya sewa motor harga antara 60 ribu hingga 70 ribu, sedangkan untuk biaya sewa mobil harga antara 350 - 500 ribu tergantung jenis motor/mobil yang di pakai.

Setelah diskusi sesaat bersama teman-teman mengenai aktifitas apa yang akan dilakukan selanjutnya, maka diputuskan bahwa lokasi-lokasi wisata terjauh di luar Legian adalah itinary yang akan kami telusuri.

Saat itu juga kami bergerak untuk mencari persewaan mobil (karena lokasi tujuan wisata jauh), setelah menelusuri sepanjang persewaan motor dan mobil di sepanjang jalan raya Legian dan Kuta, rata2 mereka tidak mau memberikan harga yang kami tawar, tapi Alhamdulillah….rejeki tak terduga telah mengiringi kami, ibarat mencari jarum di antara tumpukan jerami akhirnya kami temukan rent car dengan harga yang cocok, pilihan jatuh pada Avanza dengan harga 250 ribu rupiah untuk 24 jam dan sewa motor 50 ribu rupiah, setelah itu kami menjadikan rent car yang satu ini sebagai langganan :D (bayarnya saweran lagi ma teman2 :D).

Avanza kami kemudian meluncur menuju ke Gallery mall Denpasar untuk menjemput kawan yang bekerja di sana dan tanpa basa-basi kami langsung menengok Ubud dan pasar Ubud tentunya hehe. Kalau berbicara tentang Ubud pasti sudah banyak yang membahasnya bagaimana budaya dan arsitektur bangunan di kawasan ini, tapi keseruan kami berenam adalah ketika harus muter-muter menuju TKP dengan mengikuti suara mbak-mbak yang memandu kami melalui GPS, bayangkan saja ngedengerin suara GPS si mbak yang bilang -turn left-turn right-dll tapi yang harus kami lewati ternyata arus satu jalur, belum lagi muter-muter nyari parkir ketika di pasar Ubud yang penuh dan memaksa kami parkir sejauh 1 km dari TKP, eh tapi ada yang lebih seru lagi karena mencari makanan di daerah Ubud rata-rata menu yang dihadirkan adalah “B2 Guling” maka sedikit susah mencari menu yang Non B2, dengan sumber informan yang kami percaya akhirnya kami temukan juga warung halal di sana/No B2, yaitu Nasi Campur Bali Pak Sedan, mencari lokasi inipun kami harus putar balik hingga 3 kali karena susah, setelah bertanya ke warga mengenai alamat yang di maksud.

Nasi Campur Bali

Nasi Campur Bali pak Sedan @picnyampis

Nasi Campur Bali pak Sedan @picnyampis

Sekilas tidak ada yang beda dengan nasi campur kebanyakan, maksudnya campur2 ngga tau campur apa aja hehehe ada tahu dan tempe di bumbu semacam kare, telor bumbu, sayur mayur, dll, untuk rasa? masakan di sini lebih pedas dari menu yang biasa saya rasakan di Surabaya. seporsi beserta teh hangat seharga 11 ribu merupakan menu yang murah untuk dinikmati dikawasan wisata seperti ini, yang bikin nikmat lagi adalah sate lilit yang menyertainya.

Lokasi warung ini memang agak jauh dari pasar Ubud, yaitu di belakang SPBU dan sedikit merapat dengan perkampungan penduduk.


TAGS Bali Legian Ubud Nasi Campur Sate lilit magic mushroom


-

Profil Saya

Follow Me


Komentar