Mengintip Pulau Bali, Part 1

20 Dec 2011

Mau tau catatan perjalanan saya ala backpacker selama di Bali? kenapa kami sebut Backpacker? karena kami berwisata tanpa menggunakan jasa travel, tapi kok menggunakan pesawat? yah karena harga, waktu, dan tenaga bila menggunakan penerbangan lebih hemat dibandingkan perjalanan darat hehehe.

Di akhir tahun ini sebelum saya melanjutkan perjalanan lagi ke Bali yang insyaallah awal tahun depan, di sini akan saya share catatan perjalanan selama menyusuri Bali bersama teman-teman di bulan Juni kemarin…..kelupaan mau posting dan baru sekarang sempat.

Seperti biasa, saya bersama teman-teman sepakat menentukan tujuan traveling berikutnya adalah ke pulau Bali, dan traveling murmer alias murah meriah sesuai budjet merupakan unsur wajib, untuk itu tanggal, tempat, tujuan wisata sejak jauh hari kurang lebih 6-3 bulan sebelum hari H telah kami tentukan, hal ini untuk menyiasati:

1. ticket pesawat murah (ngejar harga promo :D),
2. booking kamar hotel selama 4 (empat) hari, karena peak season jadi kuatir akan full booked.
3. kesepakatan tanggal keberangkatan sehingga memudahkan pengurusan cuti kerja, dll

Mendekati hari H semua bekal + itinary yang kami rencanakan berlangsung dengan baik, Waktu dan tempat meeting point sudah kami sepakati bersama 24 Juni 2011 pukul 21:00 wib di Bandara Ngurah Rai 2011. Hal ini dikarenakan teman-teman berasal dari berbagai kota: kami 3 (tiga) orang dari Surabaya, seorang dari Jakarta, seorang dari Banjarmasin, dan seorang lagi sudah menunggu di Denpasar karena bekerja di sana.

Kamis, 23 Juni 2011

Masih melakukan aktivitas seperti hari biasa, bergelut dengan pekerjaan kantor yang tidak ada habisnya, semua tugas yang harusnya Jumat dan Sabtu dikerjakan semuanya saya lahap hari itu juga mengingat besok sore sudah berpindah posisi di Pulau seberang. Pukul 19:00 wib masih melanjutkan tugas-tugas kantor dan mendadak seorang teman yang bertugas menjadi koordinator ticket pesawat menelpon dan memberi kabar bahwa penerbangan yang semula Jumat sore pukul 17:00 wib dimajukan menjadi 07:00 wib. Saya anggap hal itu guyonan dia saja karena memang teman yang satu ini paling sering ngerjain saya, awalnya pemberitahuan itu saya abaikan namun ketika saya konfirmasi ke Maskapai ternyata infonya benar.

Alamakkkkkk jam 19:00 wib baru terima konfirmasi dan besok subuhnya harus berangkat? mendadak depresi level tinggi, kebayang nggak sih? belum packing, kerjaan kantor belum selesai, pengajuan cuti mendadak dan dapet ijin dari bigbos dengan syarat semua pekerjaan harus selesai malam itu juga…….mau tidak mau pukul 22:00 wib baru finish menjalankan tugas kantor kemudian pulang, eh tapi nyampe rumah lanjut packing dan baru selesai pukul 00:00 wib….mantab bukan? mantab banget :D

Jumat, 24 Juni 2011

Bonus perubahan jadwal penerbangan yang dimajukan menjadi pagi hari benar-benar membawa cerita tersendiri, karena check in maksimal sejam sebelum keberangkatan maka jadwal penjemputan travel menuju bandara otomatis akan berubah, dan setelah saya konfirmasi ke bagian travel, OMG schedule penjemputan jam 4 pagi? yeah sekali lagi dapet bonus lagi kan hehehe. Karena jalan raya masih sepi maka jarak tempuh menuju bandara cuma 40 menit, setiba di bandara dan sambil menunggu 2 (dua) teman lain yaitu Felly & mas Nasrul saya habiskan waktu dengan berkeliling bandara dan melihat bandara yang rame banget seperti pasar, Eh baru ngeh sekarang bandara rame banget ngga ada beda ma terminal, setelah diperhatikan oooo ternyata rame karena ada rombongan Umroh, yang rame bukan yang berangkat tapi yang mengantarkan, bayangkan saja: yang berangkat 1 (satu) orang tapi yang nganterin 1 (satu) mobil ELF hehehehe.

Akibat perubahan jadwal penerbangan ini pula akhirnya itin meeting point di Bandara Ngurah Rai jadi amburadul, akhirnya plan B meeting point dialihkan di hotel Sayang Maha Merta - Jl. Legian. Tapi ternyata bukan kami saja yang mengalami perubahan, teman dari Jakarta dan Banjarmasin juga mengalami delay yang parah……. Micky yang dari Banjarmasin harus transit dulu di Surabaya selama 4-5 jam (padahal kalau kami rombongan dari Surabaya tidak ada perubahan jadwal, bisa menemani dia di Juanda dan tiba bareng di Ngurah Rai).

Di hari ini dan setelah tiba di Denpasar, tidak ada hal yang istimewa karena sambil menunggu jadwal check in hotel, sisa hari kami habiskan hanya dengan nongkrong saja di Solaria Ngurah Rai.

Sayang Maha Mertha Hotel

Sayang Maha Mertha Hotel (Photo by Agoda)

Sayang Maha Mertha Hotel (by Agoda)

Setibanya di hotel yang berada di Jalan melasti lebak bene legian kelod, Legian, Bali ini kami beristirahat sepuasnya mengingat malam sebelumnya kebanyakan dari kami sedang melakukan kerja Rodi akibat dari perubahan jam penerbangan.

Bicara mengenai hotel, untuk standard backpacker seperti kami lumayan bagus dan bersih, pelayanannya pun memuaskan. Hotel yang kami dapat melalui booking online ini menyediakan breakfast yang lumayan oke lah. Bila dibandingkan dengan hotel-hotel kawasan Legian kelas Melati…..hotel ini kami rate 6/10.

Mengenai harga, bila booking saat langsung datang harganya wOw ratenya mencapai 400-700 ribu per malam, namun karena kami bookingnya jauh hari dan menggunakan voucher online maka bila di total dan diakumulasikan kami ber-lima per kepala saweran 250 ribu rupiah untuk tinggal selama 4 hari 3 malam ^_^, di sekitar hotel ini pula banyak tersedia minimarket, tapi jangan heran yah kalau biasanya kita beli air mineral 1 liter seharga 1800 rupiah per botol, maka di kawasan ini harga bisa mencapai 4000-6000 rupiah per botol tergantung merk.

Kawasan Legian, Bali

Magic Mushroom (Img. by Kiki)

Magic Mushroom (Img. by Kiki)

Sore hari selepas maghrib, start dari hotel di kawasan Legian ini, kami bertiga berjalan kaki menyusuri kampung Legian melewati gang-gang sempit untuk menuju KFC Kuta Plaza (tauuuuu aja yah mereka berdua lorong-lorong kek gini :p), Selama perjalanan kami menyempatkan diri berhenti sejenak di monumen Bom Bali. di KFC pula kami menunggu kedatangan Micky yang baru tiba di bandara Ngurah Rai.

Dalam perjalanan pulang ke Hotel kami berempat menyusuri Jl. Raya Kuta untuk menuju Legian dan mampir di Hard Rock hotel untuk berfoto ria sambil mengintip konser musik di Lobi hotel. Sepanjang jalan raya Legian kehidupan malam sudah mulai menggeliat, dan banyak turis baik lokal maupun mancanegara menuju club-club yang memenuhi kawasan Legian………penari-penari club mulai melancarkan aksinya untuk menarik minat pengunjung.

Sepanjang jalan raya Legian itu pula menu Mushroom mendominasi di setiap menu yang terpampang di depan restauran. Mereka biasa menyebutnya dengan Magic Mushroom or Ticket to the Moon istilah halusnya kalau konsumsi jenis Mushroom ini bakal di jamin nge-fly fly flyyyyy to the moon (:katanya), Kenapa menu Mushroom mendominasi? tanyakan saja pada ahlinya!!! hehehe

Sedangkan Kiki yang dari Jakarta pukul 23:00 wib baru tiba karena penerbangan yang dia ambil di atas jam pulang kantor.

Rincian (rupiah):

1. Travel rumah ke Bandara: 50.000

2. Ticket Pesawat Sby - Dps (PP): 700.000

3. Airport Tax Sby: 40.000

4. Hotel 4 hari 3 malam: 250.000

5. Ngemil Roti Boy: 2×8.500

6. Maksi di Solaria: Free (ada yang nraktir :D)

7. Air Mineral 1 liter: 3×4000

8. Makan malam @KFC: 30.000 (Jauh-jauh ke Denpasar kok makannya di KFC, karena bingung nyari resto makanan Halal)


TAGS hotel Bali Kuta Legian travelling backpacker


-

Profil Saya

Follow Me


Komentar