Detik2 Baksos Tahap Akhir Detikers
kok jadi detik-detikan yah hehehe. Sebelumnya saya merasa aman-aman saja ketika berencana bahwa penyerahan tahap akhir kegiatan baksos untuk Mbok Darmi diserahkan hari minggu tanggal 13 Juli 2008, karena dengan beberapa pertimbangan diantaranya rata-rata member detikers surabaya yang kebanyakan karyawan sehingga hari minggu adalah hari paling efektif untuk melakukan kegiatan baksos sekaligus gathering. Namun rencana tinggallah rencana, Suami Mbok Darmi, Bapak Giman telah mendahului rencana kita, Beliau dipanggil Allah S.W.T untuk menghadap kepada-Nya. Tentu saja saya yang kebetulan berada diluar kota sempat bingung karena memang semua sudah di rencanakan serapi mungkin namun tiba-tiba rencana berubah.
Ketika saya baru turun dari motor dan belum lima menit masuk rumah, ponsel tiba-tiba berdering. Ning Icha, detiksurabaya crew memberi kabar bahwa Pak Giman telah meninggal dunia. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, bingung campur sedih. Bingung karena amanat dana titipan dari detikers untuk pengobatan Bapak Giman belum saya serahkan semuanya ke Mbok Darmi (memang rencana semua saya serahkan pada hari minggu), Sambil memutar otak, Bagaimana dana tahap akhir bisa sampai ke tangan Mbok Darmi, sedangkan posisi saya saat itu di luar kota? di tambah kartu ATM saya yang bawa, apalagi teman-teman sudah sepakat untuk pelaksanaan baksos hari minggu. Dengan usaha dan Doa, Alhamdulillah ada member detikers Surabaya (Bukanradja) yang sanggup meminjami dana sejumlah uang di Rekening saya dan bersedia meluncur ke Surabaya menemui mbok Darmi untuk menyerahkan bantuan tahap akhir (suwun nggih mas, mugo gusti Allah sing mbales). Selain itu sms berantai tentang berita meninggalnya bapak giman telah saya sebar ke teman-teman detikers, buat siapa saja yang ikut takziah supaya contact langsung ke Bukanradja karena posisi saya ada di luar kota.
Namun perjuangan belum berakhir, setelah baksos tahap akhir sudah diserahkan ke Mbok Darmi, namun dana masih terus mengalir ke rekening saya…..wahhhh cemyang ini? bagaimana ini?……..insyaallah sisa dana ini akan diserahkan ke Mbok Darmi setelah Mbok Darmi balik dari Banyuwangi.
REPORT DANA BAKSOS u/k MBOK DARMI
Assalamualaikum, Wr, Wb.
berikut saya sampaikan laporan kegiatan baksos Detikers untuk Mbok Darmi:
demikian laporan penerimaan dan penyerahan dana untuk Mbok Darmi. Hari Sabtu Tanggal 12 Juli 2008 sebenarnya Transferan dana telah dihentikan tetapi antusias para pembaca masih tinggi sehingga tanggal 13 juli 2008 di report rekening kami masih ada pemasukan yang ditujukan untuk Mbok Darmi, baik ke rekening BCA ataupun Mandiri. Jadi total yang belum diserahkan adalah Rp. 945.000 (Sembilan Ratus Empat Puluh Lima Ribu Rupiah).
Terima Kasih buat para Dermawan, detiksurabaya Crew, serta teman-teman anggota Detikers yang telah membantu kegiatan Baksos ini sehingga manfaatnya amat sangat berarti bagi Mbok Darmi. Tak lupa pula terima kasih kepada teman-teman kaskuser yang bersedia dan membantu berbagi info mengenai perkembangan kondisi Mbok Darmi sehingga kegiatan Baksos ini bisa dipertanggungjawabkan kepada para detikers dan pembaca. Wassalam
Koordinator Baksos Detikers
Delila
TAHAP AKHIR PENYERAHAN BAKSOS
Sabtu, 12/07/2008 17:35 WIB
Potret Kemiskinan
Bantuan Tahap Akhir Detikers Diterima Mbok Darmi
Rois Jajeli - detikSurabaya

detiksurabaya/Rois Jajeli
Surabaya - Meski Giman, suami Mbok Darmi telah berpulang ke pangkuan ilahi, detikers Surabaya tetap menyerahkan donasi dari pembaca detiksurabaya ke Mbok Darmi di Rumah Sakit Haji Sukolilo Surabaya, Sabtu (12/7/2008).
Sumbangan uang tunai sebesar Rp 9.400.000 itu merupakan bantuan tahap akhir yang diserahkan langsung oleh anggota forum pembaca detiksurabaya.
“Sebelumnya kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya Pak Giman. Sumbangan ini adalah tahap akhir untuk biaya perawatan Pak Giman. Namun Pak Giman telah tiada, dana yang kami berikan bisa digunakan sebagai tambahan bekal hidup bagi Mbok Darmi,” kata salah satu Nasrullah anggota forum detiksurabaya.
Kali ini, saat menerima rombongan detikers, tidak terlihat raut bahagia dari Mbok Darmi. Yang terlihat dari wajah wanita tua ini ini adalah kesedihan akibat ditinggalkan oleh suami tercinta yang mengalami komplikasi yakni, penyakit tuberculosis (TB), liver tak berfungsi, dan tengkuk leher pecah.
“Saya mengucapkan terima kasih. Semoga amal semuanya diterima Allah,” kata Mbok Darmi dengan suara lirih.
Mbok Darmi mengungkapkan, sisa bantuan yang diterimanya dari pembaca detiksurabaya rencananya akan dipergunakan untuk bekal hidupnya nanti. “Setelah ini saya akan mengambil becak. Uangnya juga akan saya gunakan untuk kost di Kedungdoro dan berdagang bumbu kecil-kecilan,” ujarnya.
Saat ditanya akan tinggal bersama siapa seuasai ditinggal suaminya, Mbok Darmi memilih untuk tinggal sendiri di Surabaya. Alasannya, di Kota Pahlawan ini, dia mempunyai banyak teman semasa dirinya bekerja di pasar dulu. “Saya ingin di Surabaya karena banyak teman-teman,” tuturnya dengan bahasa jawa halus.
Usai menerima sumbangan tahap ketiga dari detikers, Mbok Darmi langsung masuk ke dalam mobil ambulance milik RS Haji Sukolilo, untuk mengantarkan suaminya Giman hingga menuju ke tempat peristirahatan terakhir di pemakaman umum di Desa Parijata, Banyuwangi.
Total sumbangan pembaca detiksurabaya yang diserahkan oleh detikers ke Mbok Darmi berjumlah Rp 27.150.000. Pada tahap pertama, sumbangan yang diserahkan sebanyak Rp 7.750.000, tahap kedua Rp 10.000.000 dan tahap terakhir sebanyak Rp 9.400.000.
Terima kasih para anggota forum dan pembaca detiksurabaya yang telah ikut peduli. Sekali lagi uluran tangan Anda sangat berarti untuk Mbok Darmi.(bdh/bdh)
Pak Giman; Suami Mbok Darmi telah Berpulang
Sabtu, 12/07/2008 11:06 WIB
Potret Kemiskinan
Setelah Dirawat 15 Hari, Suami Mbok Darmi Meninggal Dunia
Fatichatun Nadhiroh - detikSurabaya

Dok detiksurabaya
Surabaya - Innalillahi Wa inna Illaihi Rojiun. Setelah menjalani perawatan selama 15 hari di Rumah Sakit Haji, Sukolilo Surabaya, Pak Giman, salah satu potret kemiskinan di Surabaya akhirnya menghembuskan nafasnya pukul 07.45 WIB, Sabtu (12/7/2008). Suami Mbok Darmi ini dinyatakan oleh dokter mengalami komplikasi yakni, penyakit tuberculosis (TB), liver tak berfungsi, dan tengkuk leher pecah.
Sebelum meninggal, empat hari lalu Pak Giman sempat mengungkapkan keinginannya untuk bisa bertemu dengan anaknya Wiwik. Oleh sekumpulan anak muda Kota Pahlawan yang tergabung dalam Kaskuser, permintan Pak Giman itu dituruti dan dicarikan anaknya Wiwik yang tinggal di Banyuwangi dengan berbekal informasi yang minim.
Dengan informasi alamat tinggal yang minim, tim kaskuser melacak tempat kelahiran Pak Giman di Banyuwangi. Setelah mengubek-ubek kawasan Banyuwangi selama beberapa hari, akhirnya Wiwik anak Pak Giman dari istri pertaman ini bisa ditemukan di Dusun Melik, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, Banyuwangi.
Setelah bertemu dengan Wiwik yang telah dikarunia dua anak pun akhirnya berangkat ke Surabaya untuk menemui bapaknya yang telah lama berpisah lebih dari 30 tahun.
“Tadi pagi sekitar pukul 06.00 WIB, Mbak Wiwik tiba di Rumah Sakit Haji. Bapak dan anak itu meneteskan air mata saat bertemu,” kata Sahrul salah satu Kaskuser kepada detiksurabaya.com.
Sahrul menambahkan, bapak-anak itu sempat berkomunikasi dan saling meminta maaf serta berdoa agar segera sembuh. Sementara orang-orang di sekitarnya membacakan surat yasin dan sholawat mendoakan Pak Giman yang kondisinya semakin lemah.
Sayangnya, Allah berkehendak lain. Pak Giman akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 07.45 WIB. Rencananya, jenazah Pak Giman akan dibawa dan dimakamkan ke tempat asalnya di Banyuwangi.
Untuk itu kami para detikers Surabaya turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya dengan meninggalnya Pak Giman. Semoga Mbok Darmi yang ditinggalkan tetap tabah. Selain itu, detikers Surabaya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada para dermawan yang telah memberikan donasi untuk meringankan beban Mbok Darmi.(bdh/bdh)
MBOK DARMI (Baksos Tahap 2)
Rabu, 09/07/2008 08:04 WIB
Potret Kemiskinan
Bantuan detikers Tahap II Diserahkan ke Mbok Darmi
Rois Jajeli - detikSurabaya

Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Forum pembaca detiksurabaya.com atau detikers kembali menyerahkan dana bantuan ke Mbok Darmi tahap ke dua.
Jumlah dana hasil penggalangan yang dilakukan detikers sejak tanggal 3 Juli ini sebesar Rp 10 juta. Penyerahan diwakili oleh Koordinator detikers Surabaya Delila (Umi Fadilah) dan anggota detikers Surabaya, Rizky.
“Ini tahap dua yang kita serahkan. Pada tahap 1 kemarin Rp 7.750.000,” kata Delila usai menyerahkan bantuan ke Mbok Darmi di RS Haji Sukolilo, Surabaya, Selasa (8/7/2008) malam. Selain detikers, perwakilan detiksurabaya.com yang ikut mendampingi adalah Gilang Permana Seta (promosi) dan Rois Jajeli dari redaksi.
Uang tunai sumbangan dari detikers (pembaca detik) yang dermawan sebanyak Rp 10
juta itu dimasukkan ke dalam dua amplop warna putih itu.
Kedua amplop diserahkan langsung ke Mbok Darmi. Sebagai bukti tanda penerimaan bantuan, Mbok Darmai membubuhkan cap jempol tangan kanannya di atas surat penyerahan bantuan.
Mbok Darmi yang mengenakan daster warna hijau dan jilbab warna abu-abu, nampak bahagia mendapatkan bantuan yang kedua kalinya dari detikers.
“Terima kasih…terima kasih. Semoga amal dari pembaca detiksurabaya diterima
Allah,” ucap Mbok Darmi kepada Delila.
Selain mengucapkan terima kasih kepada pembaca detiksurabaya yang budiman, Mbok Darmi juga berharap agar suaminya diberikan kesembuhan.
“Kondisi Pak Giman sekarang lebih baik dibandingkan dengan hari kemarin. Sekarang bisa diajak berbicara,” kata Eko salah satu perawat.
Sedangkan kondisi lebih detail mengenai perkembangan penyakitnya seperti TB,
penyakit dalam dan penyakit lainnya, Eko mengaku penyembuhannya membutuhkan
waktu lama.
Sebelumnya, detikers memberikan sumbangan dari detikers pada tahap pertama sebesar Rp 7.750.000, pada Minggu (6/7/2008) lalu. Bantuan ini untuk pengobatan suami Mbok Darmi, Giman yang sakit.
Mbok Darmi dan Giman adalah potret kemiskinan di Surabaya. Pasangan renta ini hampir 7 bulan tidur di atas becaknya.
Dan setelah Giman sakit, Mbok Darmi tidur di emperan pertokoan di kawasan Kedungdoro. Sebelumnya mereka tinggal di rumah sewaan di kawasan Kedungrukem. Namun karena roboh dan tidak diperbaiki, pasangan yang tak punya saudara ini pun terlunta-lunta.
“Kotak amal akan kita tutup tanggal 12 Juli. Nanti penyerahan tahap III atau akhir akan diserahkan semuanya,” tambah Delila.
Terima kasih para anggota forum dan pembaca detiksurabaya yang telah ikut peduli. Sekali lagi uluran tangan Anda sangat berarti untuk Mbok Darmi dan suaminya.(gik/gik)

